Fungsi dan Cara Kerja Safety Valve Pada Boiler 1

BOILER SAFETY VALVE

Fungsi

Untuk mengamankan Boiler dari kerusakan akibat dari tekanan berlebih uap.

Biasanya safety Valve akan di pasang pada komponen Boiler:

  • Steam Drum (boiler drum).
  • Header Superheater.

Cara Kerja

Pada saat tekanan uap Boiler terlalu tinggi, maka tugas daripada Safety Valve (Katup Pengaman) melepas atau membuat tekanan uap ke udara luar.

Pegas dengan settingan yang telah ditentukan akan secara otomatis membuka. Dan ketika tekanan Uap kembali turun ke Normal Opersai, maka Safety Valve akan menutup secara otomatis juga.

Fungsi dan Cara Kerja Soot Blower Pada Boiler 2

SOOT BLOWER

Fungsi

Untuk membersihkan kotoran (debu, jelaga dll) yang menempel pada permukaan pipa-pipa pemanas bagian luar.

Untuk menjaga efisiensi Boiler, permukaan pipa-pipa pemanas tidak boleh kotor agar transfer panas dari pembakaran tidak terhalang oleh benda-benda yang menempel pada permukaan luar pipa-pipa pemanas.

Biasanya pada Boiler, Soot Blower akan dipasang di daerah:

  • Furnace untuk membersihkan Rise Tube.
  • Pipa-pipa Superheater.
  • Pipa-pipa Economiser.
  • Air Heater.

Cara Kerja

Uap bertekanan tertentu di alirkan ke Soot Blower ke permukaan pipa-pipa pemanas. Upa bertekanan tersebut akan dihembuskan langsung ke permukaan pipa pemanas melalui pipa saluran yang berputar.

Pipa saluran Soot Blower ada yang berputar dia dan ada yang berputar sambil bergerat maju dan mundur, tergantung dari desain Soot Blower.

Fungsi Downcomer Boiler Adalah

BOILER DOWNCOMER

Fungsi

Untuk mengalirkan air dari Steam Drum ke Rise Tube.

Air dari Boiler Drum mengalir ke Downcomer dan diteruskan ke header bawah selanjutnya di teruskan ke Rise Tube di Furnace (ruang bakar) dan kembali lagi ke Boiler Drum (steam drum).

Down comer terbuat dari material logam dan terletak di luar ruang bakar Boiler sehingga tidak terkena pembakaran secara langsung.

Untuk menghindari kehilangan panas, maka pipa Downcomer dibungkus dengan isolasi penahan panas.

Downcomer teridiri dari beberapa pipa yang disusun di sekeliling dinding luar Boiler.

Diameter dari Downcomer lebih besar daripada diameter pipi-pipa Rise Tube.

Fungsi dan Cara Kerja Air Heater Pada Boiler 3

BOILER AIR HEATER

Fungsi

Untuk memanaskan udara masuk pembakaran Boiler.

Cara Kerja

Udara masuk ke ruang pembakaran akan melewati Air Heater dan terjadilah perpindahan panas dari gas buang Boiler ke Udara Pembakaran yang dihembuskan oleh suatu Kipas (PA Fan = Primary Air Fan).

Temperatur Gas Buang Boiler akan turun dan sebaliknya Temperatur udara pembakaran akan bertambah.

 

Fungsi dan Cara Kerja Economizer Pada Boiler 4

BOILER ECONOMIZER

Fungsi

Untuk memanaskan air pengumpan Boiler.

Cara Kerja

Air pengisi Boiler datang dari BFP (Boiler Feed Pump) perlu di panaskan lagi agar efisiensi Boiler bertambah.

Temperatur gas buang pada Boiler masih cukup tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk memanaskan air pengumpan tersebut.

Air pengumpan datang dari BFP dialirkan ke Steam Drum melewati pipa Economiser (Ekonomizer) bagian dalam, sedangkan bagian luar pipa Economizer adalah gas buang Boiler yang mempunyai temperatur cukup tinggi.

Perpindahan / pertukaran panas akan terjadi. Suhu air umpan Boiler sisi keluar ekonomiser akan lebih tinggi dari suhu air umpan Boiler sisi masuk ekonomizer.

Hal terbalik terjadi pada temperatur gas buang Boiler, dimana temperatur gas buang boiler sisi keluar Economiser akan lebih rendah dari pada suhu gas buang sisi masuk Ekonomizer, karena terjadi pertukaran panas, dimana temperatur gas buang Boiler akan menurun dan temperatur air umpan Boiler akan bertambah tinggi.

Fungsi dan Cara Kerja Superheater Pada Boiler 5

BOILER SUPERHEATER

Fungsi

Untuk memanaskan uap dari Boiler Drum agar temperatur  uap susuai dengan keperluan.

Superheater Primer (Utama):

Untuk memanaskan kembali uap dari Superheater sekunder agar temperatur (suhu)  uap meningkat (naik) sesuai dengan desain yang telah direncanakan sesuai kebutuhan.

Pada PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), uap hasil produksi Superheater digunakan untuk memutar Turbin Uap. Namun temperatur uap harus kering sesuai dengan desain Turbin Uap.

Superheater Sekkunder:

Berfungsi untuk memanaskan uap basah yang datang dari Steam Drum (Boiler Drum) dan diteruskan ke Superheater Primer.

 

Cara Kerja

Uap dari Boiler Drum belum sepenuhnya kering (masing mengandung titik-titik air) dan tidak boleh digunakan untuk memutar sudu-sudu Turbin Uap karena akan merusak sudu Turbin Uap.

Maka dari itu, uapa dari Steam Drum harus dipanaskan agar uap basah tersebut harus dipanaskan kembali oleh Superheater agar menjadi uap kering (tidak mengandung titik-titik air).

Fungsi Komponen Boiler

Fungsi Boiler ( Ketel Uap )

Alat Untuk memasak / memanaskan air sehingga menghasilkan uap untuk berbagai keperluan.

Komponen Boiler dan Fungsinya:

1. FURNACE

– Tempat pembakaran bahan bakar dan udara di dalam Boiler.

– Tempat memanaskan air di dalam Wall tube.

1a, Rise Tube: Pipa pemanas yang terletak di dalam furnace yang memiliki fungsi untuk memanaskan air di dalam ruang bakar (furnace) yang datang dari steam drum.

1b, Downcomer: Pipa yang terletak di luar furnace yang berfungsi untuk menyalurkan air dari Steam Drum ke Rise Tube.

2. SUPERHEATER

Komponen Boiler yang berfungsi untuk memanaskan lanjut uap dari steam drum sebelum uap tersebut digunakan untuk memutar Turbin Uap atau keperluan lainnya sesuai dengan desain awal Boiler.

Superheater biasanya terdiri dari 2 tingkat, yaitu:

2a, Superheater Primer: Berfungsi memanaskan lanjut uap dari superheater sekunder, sehingga temperatur uap memenuhi syarat sebelum dialirkan untuk memutar ke Turbin Uap.

2b, Superheater Sekunder: Berfungsi untuk memanaskan uap dari Boiler Drum (Steam drum) sebelum dipanaskan kembali di Superheater Primer.

3. ECONOMIZER

Suatu alat yang berfungsi untuk memanaskan air pengumpan Boiler dengan memanfaatkan sisa panas dari gas buang pembakaran Boiler.

4. AIR HEATER

Komponen Boiler yang berfungsi untuk memanaskan udara sebelum digunakan untuk pembakaran bahan bakar Boiler dengan memanfaatkan sisa panas gas buang pembakaran Boiler.

5. ID FAN ( Induced Draft Fan )

– Menjaga atau mempertahankan tekanan diruang pembakaran Boiler agar selalu negatif ( lebih rendah dari tekanan udara di luar Boiler ).

– Menarik udara gas buang pembakaran Boiler dan membuang / melepaskannya ke udara luar melalui saluran buang / Cerobong Asap ( Stack / Chimney ).

6. PA FAN ( Primary Air Fan )

Suatu alat ( Kipas ) yang berfungsi untuk memberikan udara pembakaran ke dalam ruang bakar sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.

7. SA FAN (Sekunderi Air Fan)

Kipas yang berfungsi untuk mengalirkan / menambahkan udara ke dalam bagian tengah furnace agar terjadi turbulensi di ruang bakar, sehingga panas pembakaran akan terfokus di furnace.

8. SOOT BLOWER

Untuk membersihkan kotoran yang menempel pada permukaan pipa pipa pemanas Boiler. Soot Blower biasanya di pasang di ruang Furnace, Superheater, Economizer dan Air Heater.

9. STEAM DRUM ( Boiler Drum)

Komponen / bagian Boiler yang memiliki fungsi:

  • Menampung air pengisi Boiler sementara sebelum di panaskan dalam rise tube (pipa pemanas).
  • Menapung uap sementara hasil dari rise tube sebelum dipanaskan kembali di superheater.

10. BFP (Boiler Feed Pump)

Pompa air yang berfungsi memompakan / mengalirkan air dari Deaerator tank ke dalam Steam Drum, sekaligus memberikan tekanan positif untuk menjaga tekanan Steam Drum.

Tekanan BFP harus lebih besar daripada tekanan Steam Drum agar air pengumpan bisa mengalir mengisi Drum.

Jenis Jenis Pembangkit Listrik

Jenis Pembangkit Tenaga Listrik

PLTU, PLTA, PLTB, PLTN, PLTD, PLTS, PLTG, PLTGU, PLTP, PLTPS, PLTO, PLTSa

1. PLTU ( Pembangkit Listrik Tenaga Uap )

PLTU adalah Pembangkit Listrik yang menggunakan energi kinetik Uap Untuk menghasilkan listrik.

2. PLTA ( Pembangkit Listrik Tenaga Air )

PLTA adalah Pembangkit listrik yang yang menggunakan energi kinetik dan potensial dari air untuk dirubah menjadi energi listrik.

PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro): Adalah pembangkit listrik yang juga menggunakan tenaga air namun dalam sekala kecil.

3. PLTB ( Pembangkit Listrik Tenaga Bayu / Angin )

PLTB adalah Pembangkit listrik yang menggunakan energi angin untuk menghasilkan listrik.

4. PLTN ( Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir )

PLTN adalah Pembangkit listrik yang energinya diperoleh dari reaktor nuklir yang menghasilkan panas dan dirubah menjadi energi listrik.

5. PLTD ( Pembangkit LIstrik Tenaga Diesel )

PLTD adalah Pembangkit listrik yang yang menggunakan mesin Diesel untuk menghasilkan listrik.

6. PLTS ( Pembangkit Listrik Tenaga Surya )

PLTS adalah pembangkit listrik yang merubah energi Surya / Panas Matahari menjadi energi Listrik.

7. PLTG ( Pembangkit LIstrik Tenaga Gas )

PLTG adalah pembangkit listrik yang menghasilkan listrik dengan cara merubah energi Gas menjadi energi listrik.

8. PLTGU ( Pembangkit LIstrik Tenaga Gas dan Uap )

PLTGU adalah pembangkit listrik yang mnghasilkan tenaga listrik dengan  gabungan PLTG dan PLTU.

9. PLTP ( Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi )

PLTP adalah pembangkit listrik yang merubah panas bumi menjadi energi listrik.

10. PLTPS ( Pembangkit LIstrik Tenaga Pasang Surut )

PLTPS adalah pembangkit listrik yang merubah energi pasang surut air laut menjadi energi listrik.

11. PLTO ( Pembangkit Listrik Tenaga Ombak )

PLTO adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan ombak untuk menghasilkan energi listrik.

12. PLTSa ( Pembangkit Listrik Tenaga Sampah )

PLTSa adalah pembangkit listri yang merubah energi sampah menjadi energi listrik.

 

Sebenarnya banyak pembangkit yang bisa digolangkan kedalam PLTU. Contohnya adalah PLTN, PLTP, PLTSa, PLTG. Energi listrik yang dihasilkan dari beberapa pembangkit tersebut sebenarnya adalah mengubah energinya menjadi energi panas ( thermal ) untuk digunakan memanaskan air menjadi uap. Energi Kinetik dari uap tersebut selanjutnya akan digunakan untuk memutar Turbin Uap yang sudah terhubung menjadi satu poros dengan Generator Listrik.